Benih Kesambi (Schleichera oleosa)
Sebaran Tumbuh
Sebaran alami terdapat di Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku, Seram, Kai. Sumber benih terdapat di Bojonegoro (Perum Perhutani Unit II), Kebunharjo dan Soroweyo, Telawa (Perum perhutani Unit I).
Pengumpulan Benih
Musim berbuah dari Januari – Februari. Pengumpulan buah yaitu dengan mengunduh benih yang masak fisiologis. Salah satu ciri masak fisiologis benih kesambi yaitu kulit buah berwarna hijau kekuningan dan coklat, buah berbentuk bulat dan daging lunak. Jumlah benih per kg berkisar 1800 – 2000 biji.
Perkecambahan
Benih ini memiliki dormansi kulit dengan endosperm mengandung minyak atsiri, sehingga sebelum dikecambahkan perlu perlakuan pendahuluan dengan cara benih direndam air dingin selama 24 jam. Selanjutnya benih ditabur dengan cara dibenamkan dalam media campuran pasir+tanah (1:1) sedalam 2/3 panjang benih. Waktu yang diperlukan untuk berkecambah 2 minggu. Benih ini memiliki tipe perkecambhan epigeal.
Pencegahan Hama dan Penyakit
Benih kesambi termasuk benih ortodoks. Benih dapat disimpan dengan menggunakan wadah plastik kedap di ruang ber AC, dengan kadar air awal 5-8 %.
Persemaian
Media semai menggunakan campuran tanah lapisan atas + pasir + kompos (7:2:1) dan setiap 1m3 media diberi pupuk SP36 1 sendok makan. Ukuran bumbung plastik 15 x 20 cm. Dalam persemaian diperlukan naungan 50 % cahaya. Bibit siap tanam setelah berumur 6 bulan.
Sumber :
- Atlas Benih Tanaman Hutan Indonesia Jilid II
- Internal CV. Karya Barokah
Up. date 26 September 2016
Sri Windari Sejati