Benih Trembesi (Albizia saman)
Sebaran Tumbuh
Pohon Ki Hujan - Spesies trembesi ini sudah tersebar di kisaran iklim yang luas, termasuk diantaranya equator dan monsoon yang memiliki curah hujan rat-rata 600-3000 mm pada ketinggian 0 - 300 m dpl. Ki hujan dapat bertahan pada daerah yang memiliki bulan kering 2 - 4 bulan, suhu 20 -38 C dimana suhu maksimal saat musim kering 24 – 38 C dan suhu minimal saat musim basah 18 -20 C. Pertumbuhan optimum pada kondisi basah dimana hujan terdistribusi merata sepanjang tahun
Kihujan dapat beradaptasi dalam kisaran tipe tanah dan pH yangluas. Tumbuh di berbagai jenis tanah dengan pH tanah yang luas. Tumbuh di berbagai jenis tanah dengan pH tanah sedikit asam hingga netral (6,0-7,4) meskipun disebutkan toleran hingga pH 8,5 dan minimal pH 4,7. Jenis ini memerlukan drainasi yang baik namun masih toleran terhadap tanah tergenang air dalam waktu pendek. Trembesi pohon hujan atau ki hujan (Abizia saman (Jacq.) Merr. sinonim Samanea saman (Jacq.) (Merr) merupakan tumbuhan pohon besar, tinggi dengan tajuk yang sangat melebar.
Pengumpulan Benih
Trembesi berbunga pada bulan Mei dan Juni. Bunga berwarna putih dan bercak merah muda pada bagian bulu atasnya. Panjang bunga mencapai 10 cm dari pangkal bunga hingga ujung bulu bunga. Tabung mahkota berukuran 3,7 cm memiliki kurang lebih 20-30 benang sari yang panjangnya sekitar 3-5 cm. Bunga menghasilkan nektar untuk menarik serangga guna berlangsungnya penyerbukan. Buah pohon trembesi bentuknya panjang lurus agak melengkung mempunyai panjang sekitar 10-20 cm dengan lebar 1,5-2 cm tebalnya sekitar 0,6 cm. Buahnya berwarna cokelat kemerahan sangat lengket dan manis berisi sekitar 5-25 biji dengan panjang 1,3 cm
Perkecambahan
Pembibitan Biji Tanpa Perlakuan
Perkecambahan biji akan tumbuh dengan baik sekitar 36-50% tanpa perlakuan. Perkecambahan biji yang tidak diperlakukan akan tumbuh di tahun pertama penyimpanan biji (seed storage)
Pembibitan Biji Dengan Perlakuan
Pembibitan biji dapat dilakukan dengan memberi perlakuan tertentu pada biji trembesi untuk mendapatkan hasil yang lebih baik dan lebih cepat. Adapun perlakuan untuk mendpatkan hasil yang lebih baik yaitu
1. Memasukan biji dalam air selama 1-2 menit dengan suhu 800C (1760F) dengan volume air 5X lebih banyak dari volume biji
2. Aduk biji kemudian keringkan
3. Remndam biji dalam air hangat dengan suhu 30-400 C (86-1040F) selama 24 jam
Metode seperti ini akan membantu perkecambahan biji 90-100%. Skarifikasi biji (pengelupasan) akan tampak 3-5 hari setelah perlakuan dengan menyimpannya dalam tempat teduh dengan pemberian air yang konstan untuk membantu pertumbuhan biji
Pencegahan Hama dan Penyakit
Pencegahan hama dapat dilakukan dengan penjemuran secara berkala benih dari dalam tempat penyimpanan.
Persemaian
Biji sudah siap untuk ditanam setelah panjang kecambah 20 -30 mm. Bibit yang mempunyai diameter >10mm dapat lebih bertahan dari air hujan. Perkiraan ukuran bibit saat penanaman yaitu ketika mempunyai tinggi sekitar 15 - 30 cm (6-12 inci) dengan panjang akar sekitar 10 cm (4 inci).
Diameter batang dari bibit harus mencapai 5 - 30mm. Penanaman ini dapat dilakukan di pasir (tempat pembibitan) atau di tanam di polibag yang berukuran 10 x 20 cm dengan komposisi 3:1:1 (tanah:pasir:kompos)
Perawatan bibit diperlukan untuk menjaga bibit agar bisa tumbuh besar terutama dari serangan hama dan terpaan angin. Perawatan ini dilakukan sampai trembesi menjadi lebih tinggi dan siap untuk melindungi.
Sumber :
· Wikipedia
· Bibithijau.blogspot.com
· Internal CV. Karya Barokah
Up. Date : 01 November 2016
Molarindo Agro Utama