Jual
mesin penetas telur pemanas dan pemutar otomatis
Rp 650
📦 Stok: 20
Kami menjual mesin tetas pemanas dan pemutar otomatis.....................................................
Spesifikasi:
1. Kapasitas max 100 btr pemutar Manual @Rp.500.000
..................................................
2. Kapasitas Max 100 btr handle otomatis pemutar @ Rp.650.000........................................
Bagi rekan- rekan yang membutuhkan komoditi tersebut silahkan menghubungi kami melalui kontak 0823XXX281.atau Kunjungi www.270363.tokobagus.com
Terima kasih
PETUNJUK PENGGUNAAN
Persiapan mesin tetas :
 Fumigasi mesin tetas telah dilakukan satu hari sebelum mesin dipakai meskipun mesin tersebut baru dibeli
 Hubungkan mesin tetas dengan catu daya listrik dan tunggu sampai suhu mencapai kestabilan pada suhu 37-38°C. Pemanasan mesin tetas dilakukan minimal 3 jam sebelum telur dimasukkan ke dalam mesin tetas
 Cek dengan seksama cara kerja thermostat, pitingan lampu dan yang lainnya
 Sediakan cadangan bola lampu (dop)
Setelah segala sesuatunya telah siap maka saatlah kita masuk ke tahap proses penetasan telur yang sebenarnya. Adapun urutan kerja selama proses penetasan telur itik adalah sebagai berikut :
Hari ke-1
 Masukkan telur ke dalam mesin tetas dengan posisi miring atau tegak (bagian tumpul di atas). Telur bisa langsung begitu saja dimasukkan ke dalam mesin atau melalui proses prewarming terlebih dahulu yaitu dibilas secra merata dengan air hangat.
 Ventilasi ditutup rapat
 Kontrol suhu (38°C)
Hari ke-2
 Ventilasi dibiarkan tertutup sampai hari ke-3
 Kontrol suhu (38°C)
Hari ke-3
 Pembalikan telur harian bisa dimulai pada hari ini atau masuk hari hari ke-4. Disarankan pembalikan telur minimal 3x dalam sehari-semalam (jika memungkinkan dipakai rentang waktu setiap 8 jam. Misalkan pagi pukul 05.00, siang pukul 13.00, dan malam pukul 21.00.
 Bersamaan dengan itu bisa dilakukan peneropongan telur kalau sudah memungkinkan karena ketelitian seseorang berbeda-beda. Telur yang berembrio ditandakan dengan bintik hitam seperti mata yang ikut bergoyang ketika telur digerakkan dan disekitarnya ada serabut-serabut kecil. Kalau telur tidak menandakan tersebut dikeluarkan saja dam masih layak untuk dikonsumsi. Peneropongan telur dilaukan ditempat yang gelap agar bayangan telur nampak lebih jelas.
 Kontrol suhu (38°C) dan lakukan penambahan air pada bak jika jumlah air dalam bak tersebut berkurang.
Hari ke-4
 Pembalikan telur harian sesuai jadwal hari ke-3
 Lubang ventilasi mulai dibuka ¼ bagian
 Kontrol suhu (38°C)
Hari ke-5
 Pembalikan telur harian
 Ventilasi dibuka ½ bagian
 Kontrol suhu (38°C)
Hari ke-6
 Pembalikan telur harian
 Ventilasi dibuka ¾ bagian
 Kontrol suhu (38°C) dan lakukan penambahan air pada bak jika jumlah air dalam bak tersebut berkurang.
Hari ke-7
 Pembalikan telur harian
 Lakukan peneropongan telur untuk mengetahui perkembangan embrio (hidup atau mati). Embrio mati mati ditandakan dengan bercak darah atau lapisan darah pada salah satu sisi kerabang telur sedang embrio yang berkembang serabut yang menyerupai sarang laba-laba semakin jelas
 Ventilasi dibuka seluruhnya
Hari ke-8 sampai ke-13
 Pembalikan telur harian
 Kontrol suhu (38°C) dan lakukan penambahan air pada bak jika jumlah air dalam bak tersebut berkurang.
Hari ke-14
 Pembalikan telur harian
 Lakukan peneropongan telur untuk mengetahui embrio yang tetap hidup atau sudah mati. Telur fertile membentuk gambaran mulai gelap dengan rongga udara yang terlihat jelas
1. Hari ke 15 sampai ke-18
2. Pembalikan telur harian
3. Kontrol suhu dinaikkan sedikit (38,5-39°C) dan lakukan penambahan air pada bak jika jumlah air dalam bak tersebut berkurang.
4. hari ke 19 - 21
Tdk perlu dibalik lagi
Naikan suhu menjadi 39-40 0C
Hari ke 20-21 telur sdh mulai menetas,
biarkan anak ayam yg baru menetas sampai badanya kering keseluruhanya.
Pindahkan anak ayam kedalam Box yg diberi penerangan dan panas secukupnya.bila badanya sdh kering keseluruhan, dan keluarkan sisa kulit telur dari ruang incubator.
Selamat Mencoba .
Spesifikasi:
1. Kapasitas max 100 btr pemutar Manual @Rp.500.000
..................................................
2. Kapasitas Max 100 btr handle otomatis pemutar @ Rp.650.000........................................
Bagi rekan- rekan yang membutuhkan komoditi tersebut silahkan menghubungi kami melalui kontak 0823XXX281.atau Kunjungi www.270363.tokobagus.com
Terima kasih
PETUNJUK PENGGUNAAN
Persiapan mesin tetas :
 Fumigasi mesin tetas telah dilakukan satu hari sebelum mesin dipakai meskipun mesin tersebut baru dibeli
 Hubungkan mesin tetas dengan catu daya listrik dan tunggu sampai suhu mencapai kestabilan pada suhu 37-38°C. Pemanasan mesin tetas dilakukan minimal 3 jam sebelum telur dimasukkan ke dalam mesin tetas
 Cek dengan seksama cara kerja thermostat, pitingan lampu dan yang lainnya
 Sediakan cadangan bola lampu (dop)
Setelah segala sesuatunya telah siap maka saatlah kita masuk ke tahap proses penetasan telur yang sebenarnya. Adapun urutan kerja selama proses penetasan telur itik adalah sebagai berikut :
Hari ke-1
 Masukkan telur ke dalam mesin tetas dengan posisi miring atau tegak (bagian tumpul di atas). Telur bisa langsung begitu saja dimasukkan ke dalam mesin atau melalui proses prewarming terlebih dahulu yaitu dibilas secra merata dengan air hangat.
 Ventilasi ditutup rapat
 Kontrol suhu (38°C)
Hari ke-2
 Ventilasi dibiarkan tertutup sampai hari ke-3
 Kontrol suhu (38°C)
Hari ke-3
 Pembalikan telur harian bisa dimulai pada hari ini atau masuk hari hari ke-4. Disarankan pembalikan telur minimal 3x dalam sehari-semalam (jika memungkinkan dipakai rentang waktu setiap 8 jam. Misalkan pagi pukul 05.00, siang pukul 13.00, dan malam pukul 21.00.
 Bersamaan dengan itu bisa dilakukan peneropongan telur kalau sudah memungkinkan karena ketelitian seseorang berbeda-beda. Telur yang berembrio ditandakan dengan bintik hitam seperti mata yang ikut bergoyang ketika telur digerakkan dan disekitarnya ada serabut-serabut kecil. Kalau telur tidak menandakan tersebut dikeluarkan saja dam masih layak untuk dikonsumsi. Peneropongan telur dilaukan ditempat yang gelap agar bayangan telur nampak lebih jelas.
 Kontrol suhu (38°C) dan lakukan penambahan air pada bak jika jumlah air dalam bak tersebut berkurang.
Hari ke-4
 Pembalikan telur harian sesuai jadwal hari ke-3
 Lubang ventilasi mulai dibuka ¼ bagian
 Kontrol suhu (38°C)
Hari ke-5
 Pembalikan telur harian
 Ventilasi dibuka ½ bagian
 Kontrol suhu (38°C)
Hari ke-6
 Pembalikan telur harian
 Ventilasi dibuka ¾ bagian
 Kontrol suhu (38°C) dan lakukan penambahan air pada bak jika jumlah air dalam bak tersebut berkurang.
Hari ke-7
 Pembalikan telur harian
 Lakukan peneropongan telur untuk mengetahui perkembangan embrio (hidup atau mati). Embrio mati mati ditandakan dengan bercak darah atau lapisan darah pada salah satu sisi kerabang telur sedang embrio yang berkembang serabut yang menyerupai sarang laba-laba semakin jelas
 Ventilasi dibuka seluruhnya
Hari ke-8 sampai ke-13
 Pembalikan telur harian
 Kontrol suhu (38°C) dan lakukan penambahan air pada bak jika jumlah air dalam bak tersebut berkurang.
Hari ke-14
 Pembalikan telur harian
 Lakukan peneropongan telur untuk mengetahui embrio yang tetap hidup atau sudah mati. Telur fertile membentuk gambaran mulai gelap dengan rongga udara yang terlihat jelas
1. Hari ke 15 sampai ke-18
2. Pembalikan telur harian
3. Kontrol suhu dinaikkan sedikit (38,5-39°C) dan lakukan penambahan air pada bak jika jumlah air dalam bak tersebut berkurang.
4. hari ke 19 - 21
Tdk perlu dibalik lagi
Naikan suhu menjadi 39-40 0C
Hari ke 20-21 telur sdh mulai menetas,
biarkan anak ayam yg baru menetas sampai badanya kering keseluruhanya.
Pindahkan anak ayam kedalam Box yg diberi penerangan dan panas secukupnya.bila badanya sdh kering keseluruhan, dan keluarkan sisa kulit telur dari ruang incubator.
Selamat Mencoba .
bang Zoell
mesin_tetas_telur_ayam_,itik,_brg_puyuh
📍 SUMATERA UTARA
Teknovasi Mandiri
sentralternak malang