Jual
PROBIOTIK 1M-Bio®ALGEN Tingkatkan Produktifitas Ternak
Harga Nego
JUAL BIO PROBIOTIK TERNAK UNGGAS DAN PENGENDALI LALAT
1. 1M-Bio®Algen – Probiotik
2. 1M-Bio®FlyC – Pengendali Lalat
Hub : Ayik / Suprayitno
[email protected]
[email protected]
Hp. 0858XXX635
SEKILAS TENTANG PRODUK KAMI :
========================
1M-Bio®Algen – Probiotik
Probiotik untuk Melancarkan Pencernaan dan Meningkatkan Daya Tahan Tubuh pada hewan ternak yang diproses dengan bio-teknologi hijau (Green biotechnology)
Kegunaan:
* Mencegah gangguan pencernaan
* Meningkatkan daya tahan tubuh sehingga dapat meminimalkan infeksi
penyakit
* Memperbaiki FCR (Feed Conversion Ratio) secara signifikan karena
bakteri yang terkandung di dalamnya membantu penyerapan usus
sehingga penggunaan pakan menjadi lebih efisien
* Membatasi jumlah bakteri patogen dengan koloni bakteri yang berguna
dalam jumlah memadai sehingga dapat memaksimalkan proses
metabolisme tubuh
* Mengurangi racun dalam usus
Apa itu Probiotik?
Probiotik berasal dari kata probios, pro=untuk, bios=kehidupan.
Probiotik adalah makanan mengandung mikroorganisme yang secara aktif meningkatkan kesehatan dengan cara memperbaiki keseimbangan flora usus jika dikonsumsi dalam keadaan hidup dan dalam jumlah yang memadai (Fuller, 1989).
Oleh karena itu untuk dapat disebut probiotik, bakteri harus mempunyai persyaratan sbb:
1. terbukti aman bagi hewan ternak/manusia.
2. dapat mencapai usus dalam keadaan hidup
3. terbukti bermanfaat
Kandungan 1M-Bio®Algen
Lactococci: 1 x 109
Leuconostoc: 1 x 108
Lactobacilli: 5 x 106
Yeast: 1 x 106
Acetobacter: 1 x 105
Rata-rata:
Bacilli 66, 62-69%
Streptococci 16, 11-12%
Yeast 18, 16-20%
1M-Bio®FlyC – Pengendali Lalat
Pembasmi Larva dan Pengusir Lalat/serangga bio-Organik yang diproses dengan bio-teknologi hijau (Green biotechnology)
Kegunaan:
* Membasmi larva lalat dengan bahan bio-organik yang aman bagi
lingkungan sehingga kotoran akan menjadi lebih kering
* Mengusir Lalat dan serangga lainnya sehingga meningkatkan
produktivitas hewan ternak (pertumbuhan dan produksi)
* Menghilangkan bau kotoran yang menyengat karena Ammonia
* Mengurangi kemungkinan infeksi penyakit yang seringkali dibawa oleh
Lalat maupun serangga lainnya (Necrotic Enteritis, malaria, dsb)
* Menjaga keseimbangan Ekosistem (rantai makanan) sehingga hewan
ternak dapat terlindungi dari lalat dan serangga
* Tidak mengandung racun kimia yang dapat menimbulkan iritasi pada
hewan ternak ataupun manusia
* Dapat diberikan berulang-ulang tanpa kekhawatiran terjadinya resistensi
Hasil Pemakaian 1M-Bio®FlyC:
* Penyiraman larva lalat yang terkonsentrasi pada tempat tertentu
dengan perbandingan 1:10 menghasilkan kecepatan pembasmian yang
signifikan.
* Karena pemberiannya sporadis (hanya tempat yang kelihatan larva)
maka untuk hasil yang lebih maksimal pada seluruh areal disemprotkan
(spraying) dengan perbandingan 1:20 yang bertujuan mengusir lalat
dan serangga lainnya.
* Setelah pemberian 4 kali maka jumlah lalat berkurang secara signifikan
dan ini akan bertahan terus apabila pemberian diteruskan secara
kontinu 1-2 minggu sekali (tergantung kebutuhan).
* Pada percobaan kami menunjukkan bahwa kandang yang diberi
1M-Bio®FlyC dengan pengulangan tidak mengalami masalah dengan
serangga walaupun pada kandang yang berdekatan lebih banyak
lalatnya (lalat tidak mau kembali ke kandang percobaan).
Perbedaan Racun Kimia dan 1M-Bio®FlyC adalah:
* Racun Kimia bekerja cepat akan tetapi tidak pernah tuntas, karena
hampir tidak mungkin kita membasmi serangga di ruangan bebas
terbuka secara tuntas. Hasilnya malah kita meracuni lingkungan
termasuk hewan ternak dan manusia yang ada di sekitar aplikasi racun.
* 1M-Bio®FlyC dibuat dengan bio-teknologi hijau, menggunakan
bahan-bahan organik (alami) dan bakteri pengurai (yang sifatnya bukan
patogen) sehingga aman bagi hewan ternak dan manusia dan bahkan
tumbuhan.
* Kenyataan di lapangan membuktikan bahwa penggunaan racun lalat
dari tahun ke tahun makin meningkat (bukan menurun) terutama pada
saat musim hujan, artinya bahwa solusi penggunaan racun ini tidak
efektif dalam jangka panjang (bahkan sangat merugikan).
* Bahan bio-organik bekerja secara alami sehingga tidak dapat dilihat
hasilnya dalam jangka pendek, akan tetapi pemakaian setelah lebih dari
1 (satu) bulan akan memperlihatkan hasil yang memuaskan dan akan
bertahan dalam jangka panjang.
* Telah dibuktikan bahwa kandang yang diberi 1M-Bio®FlyC secara tepat,
memberikan hasil yang memuaskan dan tidak mengalami gangguan
serius dari kandang di sekitarnya yang bermasalah dengan lalat. Artinya
masalah dapat selesai secara tuntas dan tidak kembali lagi.
* Ekonomis, point ini yang paling penting karena semua masalah dalam
peternakan ujung-ujungnya adalah biaya. Pemakaian racun kimia akan
menghabiskan biaya karena tidak pernah tuntas. Dengan menggunakan
teknologi bio-organik yang kami kembangkan maka biaya untuk
mengatasi masalah lalat dan serangga lainnya akan jauh lebih ekonomis.
Ciri-ciri Kotoran Ternak yang Berisi Larva:
* Kotoran kelihatan utuh akan tetapi berlubang-lubang
* Kotoran kelihatan basah dan berwarna agak kehitaman
* Larva menempati kotoran bagian tengah dari tumpukan kotoran (1-2
cm) dari atas tumpukan sehingga tidak kelihatan jelas
* Telur Lalat berwarna putih berbentuk seperti buah kelapa diparut
============================
Aplikasi 1M-Bio® di Peternakan
Posted on August 21, 2011 by admin
Rangkuman Aplikasi yang Sukses di Lapangan:
1. Broiler, tanpa aplikasi antibiotika dan tanpa vaksinasi:
1. 1M-Bio®Algen, diminumkan dengan dosis 0,1 mL/kgBB:
1. Minggu ke 1&2 digunakan setiap hari
2. Minggu ke 3&4 digunakan seminggu 3 kali
3. Minggu ke 5 digunakan seminggu 2 kali
2. 1M-Bio®FlyC, disemprotkan dengan dosis 1:30 pada kandang
dengan frekuensi seminggu 2 kali.
3. Cuci Kandang dengan 1M-Bio®Flyc dengan dosis 1:30, jangan
dicampur dengan sabun dan desinfektan.
4. Hasil: Usia 27 hari: 1.700 gram
2. Pullet Layer, tanpa antibiotika:
1. 1M-Bio®Algen, diminumkan dengan dosis 0,1 mL/kgBB:
1. Minggu ke 1-8 digunakan setiap hari
2. Minggu ke 9-20 digunakan seminggu 3 kali
3. Minggu ke 21 digunakan seminggu 2 kali
2. 1M-Bio®FlyC, disemprotkan dengan dosis 1:30 pada kandang
dengan frekuensi seminggu 2 kali.
3. Cuci Kandang dengan 1M-Bio®FlyC dengan dosis 1:30, jangan
dicampur dengan sabun dan desinfektan.
4. Hasil: 8 minggu: 660-690 gram
Target Aplikasi di Broiler sampai dengan saat ini sudah kelihatan berhasil dalam kondisi ekstrem tanpa vaksin. Sedangkan aplikasi di pullet juga kelihatan signifkan dari berat badan maupun keseragaman.
Tentunya tanpa mengurangi kemampuan manajemen dalam mengelola kandang maka dapat di ambil kesimpulan bahwa aplikasi produk 1M-Bio® dalam lingkup peternakan telah menunjukkan hasil yang baik.
AYAM BROILER :
Trial 1M-Bio®Algen untuk Broiler Saat Panen:
Usia: 35 Hari
Jumlah: 500 Ekor
Panen: 485 Ekor (-3%)
Aplikasi Pemanas: 10 Hari
Aplikasi Antibiotika: Tidak Ada
Aplikasi Vaksin: Tidak Ada
Aplikasi Algen: 2 Minggu pertama setiap hari, 2 minggu kedua seminggu 2 kali, Minggu terakhir tidak menggunakan karena tumpah...heheheee...
Model Kandang: Open House
Timbangan: 1144,6 Kg
Habisnya Pakan: 29 Sak = 1450 kg
FCR= 1,27
Rata2 BB: 2,36
Produksi Telur dengan 1M-Bio®Genins – Minggu Ke-64
Posted on September 3, 2011 by admin
Update Recording Hasil Produksi Telur Dengan 1M-Bio®Algen (cair), kemudian pada usia 60 minggu diberi produk baru 1M-Bio®Genins (bubuk) dan Non Antibiotika. Penggunaan probiotik 1M-Bio®Algen dan 1M-Bio®Genins menunjukkan hasil yang signifikan kepada tingginya produksi, berat telur dan lama puncak produksi.
Strain: ISA Brown
Populasi: 12.500 Ekor
* Mulai Puncak >90%: minggu ke-25
* Saat Ini: minggu ke-64
* Lama Puncak > 90%: 31 minggu
* Deplesi mulai usia 13 minggu s/d Saat Ini: 3.38%
* Produksi Saat Ini : HD >87%, EggMass > 57.06, EggWeight 65.3 gram,
FCR 2.10
Sampai dengan saat ini HenHouse (Standard ISA 2007):
* Cummulative Butir 264,8(268) butir: -3.2 butir
* Cummulative Berat: 16.69(16.8) kg: -0.11 kg
* FCR 2.20(2.10): +0.1
Penggunaan 1M-Bio®Algen hanya 0,1ml/KgBB/Minggu, atau 2 liter untuk Ayam 10.000 ekor per minggu untuk produksi telur yang maksimal. Setelah kami mendesain produk baru 1M-Bio®Genins dan kami ujicobakan mulai usia 60 minggu ternyata hasilnya tambah memuaskan. Produksi saat ini secara Harian masih 6% di atas standar Harian.
1. 1M-Bio®Algen – Probiotik
2. 1M-Bio®FlyC – Pengendali Lalat
Hub : Ayik / Suprayitno
[email protected]
[email protected]
Hp. 0858XXX635
SEKILAS TENTANG PRODUK KAMI :
========================
1M-Bio®Algen – Probiotik
Probiotik untuk Melancarkan Pencernaan dan Meningkatkan Daya Tahan Tubuh pada hewan ternak yang diproses dengan bio-teknologi hijau (Green biotechnology)
Kegunaan:
* Mencegah gangguan pencernaan
* Meningkatkan daya tahan tubuh sehingga dapat meminimalkan infeksi
penyakit
* Memperbaiki FCR (Feed Conversion Ratio) secara signifikan karena
bakteri yang terkandung di dalamnya membantu penyerapan usus
sehingga penggunaan pakan menjadi lebih efisien
* Membatasi jumlah bakteri patogen dengan koloni bakteri yang berguna
dalam jumlah memadai sehingga dapat memaksimalkan proses
metabolisme tubuh
* Mengurangi racun dalam usus
Apa itu Probiotik?
Probiotik berasal dari kata probios, pro=untuk, bios=kehidupan.
Probiotik adalah makanan mengandung mikroorganisme yang secara aktif meningkatkan kesehatan dengan cara memperbaiki keseimbangan flora usus jika dikonsumsi dalam keadaan hidup dan dalam jumlah yang memadai (Fuller, 1989).
Oleh karena itu untuk dapat disebut probiotik, bakteri harus mempunyai persyaratan sbb:
1. terbukti aman bagi hewan ternak/manusia.
2. dapat mencapai usus dalam keadaan hidup
3. terbukti bermanfaat
Kandungan 1M-Bio®Algen
Lactococci: 1 x 109
Leuconostoc: 1 x 108
Lactobacilli: 5 x 106
Yeast: 1 x 106
Acetobacter: 1 x 105
Rata-rata:
Bacilli 66, 62-69%
Streptococci 16, 11-12%
Yeast 18, 16-20%
1M-Bio®FlyC – Pengendali Lalat
Pembasmi Larva dan Pengusir Lalat/serangga bio-Organik yang diproses dengan bio-teknologi hijau (Green biotechnology)
Kegunaan:
* Membasmi larva lalat dengan bahan bio-organik yang aman bagi
lingkungan sehingga kotoran akan menjadi lebih kering
* Mengusir Lalat dan serangga lainnya sehingga meningkatkan
produktivitas hewan ternak (pertumbuhan dan produksi)
* Menghilangkan bau kotoran yang menyengat karena Ammonia
* Mengurangi kemungkinan infeksi penyakit yang seringkali dibawa oleh
Lalat maupun serangga lainnya (Necrotic Enteritis, malaria, dsb)
* Menjaga keseimbangan Ekosistem (rantai makanan) sehingga hewan
ternak dapat terlindungi dari lalat dan serangga
* Tidak mengandung racun kimia yang dapat menimbulkan iritasi pada
hewan ternak ataupun manusia
* Dapat diberikan berulang-ulang tanpa kekhawatiran terjadinya resistensi
Hasil Pemakaian 1M-Bio®FlyC:
* Penyiraman larva lalat yang terkonsentrasi pada tempat tertentu
dengan perbandingan 1:10 menghasilkan kecepatan pembasmian yang
signifikan.
* Karena pemberiannya sporadis (hanya tempat yang kelihatan larva)
maka untuk hasil yang lebih maksimal pada seluruh areal disemprotkan
(spraying) dengan perbandingan 1:20 yang bertujuan mengusir lalat
dan serangga lainnya.
* Setelah pemberian 4 kali maka jumlah lalat berkurang secara signifikan
dan ini akan bertahan terus apabila pemberian diteruskan secara
kontinu 1-2 minggu sekali (tergantung kebutuhan).
* Pada percobaan kami menunjukkan bahwa kandang yang diberi
1M-Bio®FlyC dengan pengulangan tidak mengalami masalah dengan
serangga walaupun pada kandang yang berdekatan lebih banyak
lalatnya (lalat tidak mau kembali ke kandang percobaan).
Perbedaan Racun Kimia dan 1M-Bio®FlyC adalah:
* Racun Kimia bekerja cepat akan tetapi tidak pernah tuntas, karena
hampir tidak mungkin kita membasmi serangga di ruangan bebas
terbuka secara tuntas. Hasilnya malah kita meracuni lingkungan
termasuk hewan ternak dan manusia yang ada di sekitar aplikasi racun.
* 1M-Bio®FlyC dibuat dengan bio-teknologi hijau, menggunakan
bahan-bahan organik (alami) dan bakteri pengurai (yang sifatnya bukan
patogen) sehingga aman bagi hewan ternak dan manusia dan bahkan
tumbuhan.
* Kenyataan di lapangan membuktikan bahwa penggunaan racun lalat
dari tahun ke tahun makin meningkat (bukan menurun) terutama pada
saat musim hujan, artinya bahwa solusi penggunaan racun ini tidak
efektif dalam jangka panjang (bahkan sangat merugikan).
* Bahan bio-organik bekerja secara alami sehingga tidak dapat dilihat
hasilnya dalam jangka pendek, akan tetapi pemakaian setelah lebih dari
1 (satu) bulan akan memperlihatkan hasil yang memuaskan dan akan
bertahan dalam jangka panjang.
* Telah dibuktikan bahwa kandang yang diberi 1M-Bio®FlyC secara tepat,
memberikan hasil yang memuaskan dan tidak mengalami gangguan
serius dari kandang di sekitarnya yang bermasalah dengan lalat. Artinya
masalah dapat selesai secara tuntas dan tidak kembali lagi.
* Ekonomis, point ini yang paling penting karena semua masalah dalam
peternakan ujung-ujungnya adalah biaya. Pemakaian racun kimia akan
menghabiskan biaya karena tidak pernah tuntas. Dengan menggunakan
teknologi bio-organik yang kami kembangkan maka biaya untuk
mengatasi masalah lalat dan serangga lainnya akan jauh lebih ekonomis.
Ciri-ciri Kotoran Ternak yang Berisi Larva:
* Kotoran kelihatan utuh akan tetapi berlubang-lubang
* Kotoran kelihatan basah dan berwarna agak kehitaman
* Larva menempati kotoran bagian tengah dari tumpukan kotoran (1-2
cm) dari atas tumpukan sehingga tidak kelihatan jelas
* Telur Lalat berwarna putih berbentuk seperti buah kelapa diparut
============================
Aplikasi 1M-Bio® di Peternakan
Posted on August 21, 2011 by admin
Rangkuman Aplikasi yang Sukses di Lapangan:
1. Broiler, tanpa aplikasi antibiotika dan tanpa vaksinasi:
1. 1M-Bio®Algen, diminumkan dengan dosis 0,1 mL/kgBB:
1. Minggu ke 1&2 digunakan setiap hari
2. Minggu ke 3&4 digunakan seminggu 3 kali
3. Minggu ke 5 digunakan seminggu 2 kali
2. 1M-Bio®FlyC, disemprotkan dengan dosis 1:30 pada kandang
dengan frekuensi seminggu 2 kali.
3. Cuci Kandang dengan 1M-Bio®Flyc dengan dosis 1:30, jangan
dicampur dengan sabun dan desinfektan.
4. Hasil: Usia 27 hari: 1.700 gram
2. Pullet Layer, tanpa antibiotika:
1. 1M-Bio®Algen, diminumkan dengan dosis 0,1 mL/kgBB:
1. Minggu ke 1-8 digunakan setiap hari
2. Minggu ke 9-20 digunakan seminggu 3 kali
3. Minggu ke 21 digunakan seminggu 2 kali
2. 1M-Bio®FlyC, disemprotkan dengan dosis 1:30 pada kandang
dengan frekuensi seminggu 2 kali.
3. Cuci Kandang dengan 1M-Bio®FlyC dengan dosis 1:30, jangan
dicampur dengan sabun dan desinfektan.
4. Hasil: 8 minggu: 660-690 gram
Target Aplikasi di Broiler sampai dengan saat ini sudah kelihatan berhasil dalam kondisi ekstrem tanpa vaksin. Sedangkan aplikasi di pullet juga kelihatan signifkan dari berat badan maupun keseragaman.
Tentunya tanpa mengurangi kemampuan manajemen dalam mengelola kandang maka dapat di ambil kesimpulan bahwa aplikasi produk 1M-Bio® dalam lingkup peternakan telah menunjukkan hasil yang baik.
AYAM BROILER :
Trial 1M-Bio®Algen untuk Broiler Saat Panen:
Usia: 35 Hari
Jumlah: 500 Ekor
Panen: 485 Ekor (-3%)
Aplikasi Pemanas: 10 Hari
Aplikasi Antibiotika: Tidak Ada
Aplikasi Vaksin: Tidak Ada
Aplikasi Algen: 2 Minggu pertama setiap hari, 2 minggu kedua seminggu 2 kali, Minggu terakhir tidak menggunakan karena tumpah...heheheee...
Model Kandang: Open House
Timbangan: 1144,6 Kg
Habisnya Pakan: 29 Sak = 1450 kg
FCR= 1,27
Rata2 BB: 2,36
Produksi Telur dengan 1M-Bio®Genins – Minggu Ke-64
Posted on September 3, 2011 by admin
Update Recording Hasil Produksi Telur Dengan 1M-Bio®Algen (cair), kemudian pada usia 60 minggu diberi produk baru 1M-Bio®Genins (bubuk) dan Non Antibiotika. Penggunaan probiotik 1M-Bio®Algen dan 1M-Bio®Genins menunjukkan hasil yang signifikan kepada tingginya produksi, berat telur dan lama puncak produksi.
Strain: ISA Brown
Populasi: 12.500 Ekor
* Mulai Puncak >90%: minggu ke-25
* Saat Ini: minggu ke-64
* Lama Puncak > 90%: 31 minggu
* Deplesi mulai usia 13 minggu s/d Saat Ini: 3.38%
* Produksi Saat Ini : HD >87%, EggMass > 57.06, EggWeight 65.3 gram,
FCR 2.10
Sampai dengan saat ini HenHouse (Standard ISA 2007):
* Cummulative Butir 264,8(268) butir: -3.2 butir
* Cummulative Berat: 16.69(16.8) kg: -0.11 kg
* FCR 2.20(2.10): +0.1
Penggunaan 1M-Bio®Algen hanya 0,1ml/KgBB/Minggu, atau 2 liter untuk Ayam 10.000 ekor per minggu untuk produksi telur yang maksimal. Setelah kami mendesain produk baru 1M-Bio®Genins dan kami ujicobakan mulai usia 60 minggu ternyata hasilnya tambah memuaskan. Produksi saat ini secara Harian masih 6% di atas standar Harian.
TAM ( TANI AGRO MAKMUR )
tam_(_tani_agro_makmur_)
📍 JAWA TIMUR
CV bahroni farm