Semua 🏷 Jual 🛒 Beli 🤝 Kerjasama 📝 Blog | Air Laut Air Tawar Alat Mesin Perikanan Alat Mesin Pertanian Alat Mesin Peternakan Bibit Ikan Bibit Tanaman Buah-buahan
Jual Benih Gaharu
Jual

Jual Benih Gaharu

🌿 gaharu · Bibit Tanaman · 371 dilihat
Rp 400.000
Rp 500.000
📦 Stok: 10 Kg

GAHARU

 

Sebaran Tumbuh

 

Secara ekologis sebaran tumbuh pohon penghasil gaharu di Indonesia, dapat di jumpai di berbagai wilayah hutan Jawa, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Papua, dan Nusa Tenggara, pada daerah ketinggian 0  - 2400 m dpl, tipe iklim A atau B dengan parameter suhu udara antara 28° - 34°C, berkelembapan antara 80 – 90 % serta tumbuh pada daerah bercurah hujan antara 1.000 - >2.000 mm/tahun.  Lahan tempat tumbuh memiliki variasi kondisi struktur dan tekstur tanah berlempung, lempung berpasir dan berbatuan, liat yang tergolong Podsolik Merah Kuning (PMK) dengan kondisi remah, baik pada lahan dengan kesuburan tinggi, sedang hingga lahan – lahan ekstrim pada tanah dengan solum yang dalam (> 1 m) dan tidak dijumpai tumbuh pada lahan terendam air secara permanen.  Di Indonesia, daerah sebaran tumbuh pohon penghasil gaharu dapat dijumpai pada berbagai ekosistem hutan, baik di hutan dataran rendah, pegunungan, dan hutan rawa gambut.  Tumbuhan penghasil gaharu memiliki sifat ekofisiologis pada fase pertumbuhan vegetatif hingga umur sekitar 3 tahun serta tidak tahan cahaya matahari langsung (semitoleran).  Dengan demikian, secara alami sebagian besar jenis – jenis pohon penghasil gaharu pada fase awal tumbuh memerlukan tersedianya naungan.

 

 

Pengumpulan Benih

 

Benih dapat diperoleh dengan memanfaatkan potensi pohon induk alami (seeds stands) yang tersedia dalam kawasan hutan atau di kebun masyarakat sekitar hutan. Benih dikumpulkan dengan cara memungut benih yang jatuh atau benih dapat dibantu dengan memasang jaring di bawah tajuk pohon induk.  Selain itu, benih dapat diperoleh dengan memanen buah – buah matang fisiologis.  Buah matang ditunjukan apabila pada satuan pohon indukan dijumpai sekitar 10  - 20 % buah – buah telah pecah.  Buah hasil pemanenan dikeringkan pada lantai.  Setelah buah pecah, benih dikumpulkan untuk segera dikecambahkan.  Bila benih bersumber dari hutan alam, kelembaban benih harus dijaga dengan bantuan pengemasan benih yang dicampur dengan serbuk gergaji basah.

 

Perkecambahan

 

Proses penyemaian benih tanaman penghasil gaharu dapat dipola dalam 2 (dua) teknik sebagai berikut.

1.      Bak semai

 Siapkan bak semai plastik dan media tumbuh dengan bahan terdiri dari campuran tanah dengan kompos organik (1 : 2).  Aduk secara merata campuran media tumbuh tersebut.  Setelah itu, taburkan benih yang telah direndam pestisida / hormon tumbuh, lalu tutup setebal sekitar 1 cm dengan pasir zeolit dan idealnya benih – benih terinokulasi “endomikoriza”.  Selanjutnya, pelihara benih pada bak semai dengan penyiraman air minimal 1 kali per hari.  Biarkan benih  -  benih tumbuh pada bak semai hingga menghasilkan anakan tingkat semai berdaun 3 -  4 helai.

2.     Bedeng tabur

Dalam sekala lapang, perkecambahan benih dapat dilakukan oleh praktisi atau masyarakat dalam bedeng tabur.  Bedeng tabur dibuat dengan ukuran lebar 1 m dan panjang 2  - 3 m atau disesuaikan dengan tersedianya benih.  Bedeng tabur ideal bermediakan campuran tanah, kompos, dan pasir halus yang bersih dan steril.  Sebelum digunakan, sebaiknya bahan media dijemur bi bawah terik matahari selama 2 -  3 hari.  Jangan lupa tambahkan pestisida (fungisida, bakterisida) melalui penyiraman.  Setelah itu, taburkan benih secaara merata pada bedeng tabur.  Selanjutnya tutup media dengan ketebalan 1 cm.  Lakukan penyiraman 1 kali per hari agar kondisi kelembapan stabil.  Tutup dengan plastik transparan.  Setelah benih mulai tumbuh, lepaskan plastik penutup,  Biarkan benih – benih tumbuh optimal hingga menghasilakan 3 – 4 daun.

 

Pencegahan Hama dan Penyakit

 

Benih yang telah diperoleh dari hasil pungutan benih jatuh atau hasil buah matang, dibersihkan dari kotoran dan dilakukan proteksi dari kemungkinan tercemar oleh penyakit (jamur atau bakteri) dengan membersihkan dan atau merendam dengan pestisida  (fungisida atau bakterisida).

 

 

Persemaian

 

Siapkan polibag yang telah diisi media campuran tanah permukaan dengan kompos organik (1 : 1).  Setelah itu, lakukan pencabutan anakan semai, baik dari hasil pertumbuhan pada bak semai atau bedeng tabur, secara hati – hati dan langsung ditanam ke dalam polibag.  Bibit semai yang sudah ditanam di dalam polibag, selanjutnya dipindahkan pada bedeng persemaian (rumah kaca) atau dalam sekala lapangan di bawah sungkup plastik dengan naungan atap paranet atau atap rumbia.  Usahakan cahaya masuk sekitar 60 %.  Pelihara hingga anakan mencapai kondisi siap tanam dengan tinggi bibit rata – rata sekitar 30 cm, untuk membantu kecepatan pertumbuhan dapat dibantu dengan perlakuan pemupukan lewat daun (foliazer).  Untuk menghindari kemungkinan gangguan penyakit (jamur / bakteri), lakukan penyemprotan pestisida kimia (fungisida / bakterisida), atau sesuai jenis gangguan dapat digunakan pestisida organik.

 

Sumber :

 

-  Buku Gaharu Budi Daya dan Rekayasa Produksi, Yana Sumarna

 

 

Up. date 26 Maret 2015

 

 

Ether Cahyadi
Ether Cahyadi
ether_cahyadi
📍 JAWA BARAT
← Kembali